Seperti mata uang, kecanduan olahraga itu memiliki dua sisi: positif dan negatif. Menjadi positif karena bisa membawa perubahan bagi tubuh untuk mampu melakukan program latihan yang telah direncanakan. Misalnya:
- Otot-otot menjadi bertambah besar, kuat, tak mudah lelah, memiliki daya ledak yang lebih besar sehingga pada akhirnya seseorang mampu berlari lebih lama atau lebih jauh. Ia pun mampu mengangkat beban lebih berat atau memukul lebih keras dan melompat lebih tinggi. Hal ini sangat dibutuhkan agar program latihan yang progresif (tambah lama tambah berat) dapat terus dilakukan.
- Tulang mengalami perubahan untuk mampu menahan beban latihan lebih besar. Perubahan ini penting untuk mencegah terjadinya cedera.
- Pada sistem kardiovaskuler membuat jantung membesar, denyutannya bertambah efisien, pembuluh darah juga menjadi lebih lebar sehingga lebih siap menampung aliran darah lebih banyak dan menunjang nutrisi untuk kerja organ tubuh selama berolahraga.
- Perubahan juga terjadi pada sistem saraf, sehingga tubuh mampu melakukan gerakan yang lebih halus dan lebih sulit.
- Sistem hormonal yang berubah juga membuat otot lebih menonjol, bebas lemak dan pada akhirnya meningkatkan metabolisme tubuh.
Selain dampak positif, olahraga juga berdampak negatif, apabila dilakukan secara berlebihan, seperti yang dialami Dhara, yaitu terjadi nyeri sendi. Efek negatif lainnya:
- Olahraga ringan yang dilakukan berulang-ulang untuk jangka panjang dapat menyebabkan overused injury.
- Rambut bisa menipis akibat terjadi peningkatan hormon androgen.
- Kulit juga berubah, misalnya menjadi kasar dan menebal pada lokasi yang sering terjadi gesekan, seperti telapak kaki.
- Cedera bersifat destruktif riskan terjadi pada olahraga beban. Cedera ini bisa terjadi tanpa harus berlama-lama berlatih. Misalnya, latihan menggunakan beban terlalu besar, sehingga terjadi robekan pada jaringan ikat, otot ataupun tulang.
- Jantung yang membesar dapat membuat posisinya di rongga dada menjadi terpuntir. Kondisi ini tidak baik bagi aliran darah, bahkan bisa menyebabkan kematian.
- Olahraga melampaui batas kemampuan justru menghasilkan radikal bebas. Efek buruk radikal bebas ini lebih kurang sama dengan efek merokok.
- Jika kecanduan olahraga itu terus berlanjut dalam waktu panjang, konsekuensinya olahraga yang dilakukan harus terus dilakukan dalam porsi yang sama secara rutin. Jika tidak, biasanya akan berakibat pecandunya menjadi obesitas, dan menuai berbagai macam penyakit berkaitan dengan metabolis, seperti diabetes melitus, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas. Atau penyakit yang berhubungan dengan mekanik, misalnya osteoarthritis/ radang sendi, rematik, dan sakit pinggang akibat HNP (hernia nukleus pulposus atau yang biasa dikenal awam sebagai keluhan saraf kejepit).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar